Ardani Finance...menyiapkan fasilitas kredit untuk menbantu mewujudkan impian anda menjadi nyata hari ini juga tanpa menunggu esok...
Tampilkan postingan dengan label rahmat Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rahmat Allah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

Indahnya Dunia

Suatu hari saya pergi ke daerah Sukajadi - Bandung menggunakan sepeda motor. Setelah berbelanja sesuai keperluan, terik matahari begitu panas menyengat.
Beberapa pori di kening mengeluarkan keringat sebagai tanah bahwa siang itu memang terasa panas sekali.

Waktu mau menyeberang jalan, saya berhenti sesaat untuk membeli es cendol yang sepertinya cocok menjadi minuman di siang hari sebagai pelepas rasa haus.

Sambil duduk di kursi plastik yang disediakan oleh si penjual, saya perhatikan ada dialog seorang Ibu pengemis dengan anaknya. Ibu pengemis itu memarahai
anaknya karena ia memungut sepotong roti yang jatuh dari tangan anak kecil yang lewat. Anak yang lewat itu mungkin sekitar 6 tahunan dan anak pengemis sekitar
8 tahunan.

Dialognya seperti ini :

Ibu Pengemis  : Nak..,kenapa kau ambil roti yang bukan hak mu ?  “Ibu ini sambil menjewer telinga anaknya”

Anak Pengemis : tidak mak..,saya tidak mengambil punya orang, saya hanya memungut makanan yang dibuang orang.

Ibu Pengemis  : bagaimana kau tahu itu dibuang ? siapa tahu roti itu hanya terjatuh saja...

Anak Pengemis  : tidak mak roti ini dibuang, buktinya ini sepotong lagi sudah dimakannya...,ini kan hanya tinggal sepotong...

Ibu Pengemis : tidak nak...,kau tetap mengambil tanpa ijin anak itu. Cepat kau kembalikan pada anak itu...,atau minta ijin dulu kalau mau memakannya...
(sambil mengeluarkan air mata anak pengemis itu berlari menghampiri anak kecil yang lewat tadi dan minta ijin untuk memakannya...,

Anak Pengemis  : neng permisi...,ini roti neng tadi terjatuh saya hanya ingin mengembalikan roti punya neng....

Anak yang lewat : "...????"  *diam sambil matanya melongok ngak ngerti....*

Anak Pengemis  : neng...,ini roti neng tadi terjatuh...,atau kalau roti ini sengaja dibuang...,bolehkah saya memakannya ?"

Anak yang lewat : ( masih diam dan menganggukkan kepala....) akhirnya anak pengemis itu lari kembali ke ibunya sambil berteriak....

Anak Pengemis  : emak....emak...alhamdulillah sepotong roti ini sudah diijinkan untuk kita makan mak...,ini roti yang halal...,kita makan bersama yaaa...,emak kan dari semalam gak makan...,emak pasti lapar.....

Ibu Pengemis : alhamdulillah nak...,jika ini sudah dijinkan pemiliknya...,roti ini pasti halal untuk kita makan...(akhirnya sepotong roti tadi dibagi 2 lagi, dimakan bersama oleh ibu dan anak...) setelah makan sepotong roti, si ibu pengemis bicara sama anaknya :

Ibu Pengemis : nak...,maafkan emak yaa...,tadi emak telah menjewermu. Bukan emak marah atau benci sama kamu, tapi saking emak sangat sayang sama kamu...,emak paling takut jika ada makanan sekecil apapun yang menjadi setetes darah atau secuil daging dari barang yang haram...,dari makanan yang bukan hak kita...,lalu kita makan.
Nak ...,yang sulit itu adalah menjaga di awal...,sebab kalau badanmu sudah dikotori oleh barang yang haram 1x..,2x...,3x...,dan seterusnya, maka engkau akan sangat sulit untuk menjaga diri dari barang - barang haram..., 9 tahun emak melahirkan dan membesarkanmu, selalu ingat amanah almarhum bapakmu yang berpesan pada emak...,agar emak bisa menjaga diri dan jiwamu dari barang haram...,sedikitpun tidak boleh ada yang haram...Emak rela mati menahan lapar...,dari pada harus kenyang dengan barang yang haram !" (jawaban ibu ini begitu tegas dengan prinsip menjaga diri)

Anak Pengemis : tidak mak...,ade gak benci sama emak...ade gak marah sama emak..., bahkan ade bangga punya emak yang sayang sama adek. Asal...,tolong jangan pernah emak tinggalkan adek yaaaa.... Ade gak punya siapa - siapa...
(sambil berangkulan mereka menangis...)

Sebuah fenomena singkat yang menggetarkan hatiku...,dan tak terasa air mataku keluar....

Langit dan awan sepertinya menggelegar...,menyambar setiap hati umat manusia yang mengetahuinya dan melihat pemandangan itu....,

Saya yakin...,rahmat Allah melalui para malaikatnya akan tercurah pada keteguhan iman ibu dan anak pengemis tadi....

Sebuah fenomena singkat yang menggetarkan hatiku...,dan tak terasa air mataku keluar....

Langit dan awan sepertinya menggelegar...,menyambar setiap hati umat manusia yang mengetahuinya dan melihat pemandangan itu....,

Saya yakin...,rahmat Allah melaui para malaikatnya akan tercurah pada keteguhan iman ibu dan anak pengemis tadi....

Sungguh saya sangat tersentuh...,saya diam sejenak lalu merogoh sedikit uang dan kuberikan padanya...,saya rengkuhkan badan...dan kucium tangan ibu pengemis tadi sambil memohon untuk dido'akan :

Saya : Bu...,hati ibu sungguh sangat mulia. Hari ini saya dapat pelajaran yang sangat berharga dari ibu. Tolong do'akan saya, seluruh keluarga saya, dan sahabat - sahabat saya, agar senantiasa diberi kelapangan rejeki dan mampu menunaikan amanah yang dititpkan dengan baik, sehingga digolongkan menjadi hamba-Nya yang soleh....

Ibu Pengemis : Aamiin...,( sambil memeluk dan mencium ubun - ubun saya...)

Ibu do'akan semoga bapak, keluarga dan temen - temennya diberi banyak rejeki...Aamiin ( amiin..,ada beberapa tetes air matanya yang menetes di ubun - ubunku, dan terasa nikmat sekali...nikmat sampai saat ini...)

Akhirnya saya pamitan...,dan merasa sangat bahagia ketika dido'akan dengan ikhlas oleh mereka kaum papa..,yang selama ini sering terpinggirkan dan termarginalisasi oleh zaman dan ketatnya persaingan kehidupan.

Kita tidak pernah tahu..., kalau kita mendapatkan rejeki hari ini, esok atau lusa..., mungkin bukan karena do'a - do'a yang terpanjat dari bibir kita... sebab boleh jadi Allah memberi rejeki pada kita...,atas terkabulnya do'a dari bibir mereka kaum yang lemah...kaum dhuafa..yang butuh perhatian dan pertolongan kita....

Rabu, 17 Agustus 2011

Bersyukur Part 1

Bersyukurlah bahwa kita tidak memiliki segala sesuatu yang kita inginkan,
karena jika sudah memiliki semuanya, apalagi yang kita inginkan?
.
Bersyukurlah jika kita tidak mengetahui banyak hal,
karena itu kesempatan untuk terus belajar dan menggali ilmu dan kebesaran-Nya..
.
Bersyukurlah untuk segala keterbatasan yang kita miliki,
karena itu memberikan peluang untuk terus mengembangkan diri..
.
Bersyukurlah untuk setiap tantangan yang kita hadapi,
karena itu memperkuat mental serta membangun karakter seorang juara sejati..
.
Dan bersyukurlah.. karena itulah kunci kebahagiaan sesungguhnya…
.
.
Dalam pemikiran sederhana saya, kehidupan yang kita jalani di dunia ini sesungguhya adalah pergantian antara saat untuk bersyukur dan saat untuk bersabar. Karena kehidupan manusia itu kan seperti roda yang berputar, terkadang berada di atas (kaya raya, terkenal, popular, banyak teman, juara lomba ini itu, jabatan tinggi, harta berlimpah, memiliki kekuasaan, dst) dan juga harus diingat bahwa suatu saat nanti roda itu akan berputar ke bawah dan kita harus siap untuk menerima apapun kemungkinan buruk yang akan terjadi (kemiskinan, kekalahan, fitnah, hilangnya jabatan dan kekuasaan, dst). Dan yang dimaksud dengan pergantian antara bersyukur dan bersabar itu ya saat kita mendapat nikmat dan kesenangan, disitulah waktunya kita bersyukur, dan di saat kita menerima ujian dan cobaan, di situlah waktunya untuk bersabar.
.
Tapi menariknya, kalau kata “bersabar” ini diturunkan dan diperlebar lagi pengertiannya, sebenarnya sabar saat menerima segala ujian dan cobaan itu kan ya nama lain dari bersyukur. Mengapa kita harus tetap bersyukur bahkan di saat diberikan ujian dan cobaan?
.
Pertama, karena ilmu manusia itu terbatas. Maksudnya, saat kita diberikan cobaan dan ujian, kita melihatnya sebagai hal yang buruk, padahal belum tentu seperti itu dan mungkin saja akan ada hikmah dan manfaat dari hal tersebut. Penglihatan manusia hanya sebatas ilmu yang mereka miliki, tidak lebih. Sementara yang namanya ilmu pengetahuan ini kan seluas langit dan bumi, bahkan lebih. Jadi mungkin saja dalam pandangan manusia cobaan yang diterimanya itu buruk, padahal menurut pandangan Allah SWT itulah yang terbaik, dan begitu juga sebaliknya. Dan Dia-lah yang paling mengetahui keadaan hamba-hambaNya. Hal ini bukan hanya pemikiran saya pribadi, tapi nyata telah dijelaskan oleh Allah SWT yang berfirman dalam Al-Qur’an:
.
“..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(QS. Al-Baqarah [2]: 216)
.
Jadi misalkan saat kita menerima cobaan tidak lulus ujian masuk di universitas yang kita inginkan, kita kesal dan dongkol setengah mati karena merasa sudah habis-habisan belajar dan mempersiapkan diri supaya diterima di Universitas tersebut. dan pada akhirnya gagal. Padahal kita tidak tahu bahwa mungkin saja Tuhan punya rencana lain. Dia tidak menempatkan kita di Universitas A tapi ditempatkan di Universitas B, dan pada akhirnya justru kita sangat bersinar dan cemerlang disana. Mutiara akan tetap menjadi mutiara dimanapun dia berada.
.
Hal ini pernah saya alami. Dulu sewaktu kelulusan dari SMA Insan Cendekia, target saya adalah kuliah di luar negeri dan dengan mendapat beasiswa penuh. Ini satu paket yang ga bisa ditawar-tawar lagi karena pertama, kuliah di luar negeri akan memberikan suatu wawasan yang berbeda dan mendapatkan lingkungan dan teman-teman yang baru. Yang kedua, beasiswa penuh karena tidak ingin menyusahkan orang tua lagi. Saya ingin hidup mandiri dan tidak minta uang lagi, meskipun mungkin orang tua saya akan memberikan jika saya memintanya. But, I just don’t want.
.
Waktu itu saya sangat ingin kuliah di Nanyang Technology University (NTU) di Singapore (Universitas ternama yang selalu masuk daftar 100 Universitas terbaik versi “QS World University Rangkings”). Tes masuk ke universitas itu memang tidak mudah dan saya mempersiapkan diri untuk menghadapi tes tersebut. Singkatnya, hasil dari tes seleksi NTU menyatakan saya tidak lolos (kata lainnya G-A-G-A-L). Perasaan kecewa, pasti. Seakan dunia runtuh! (www.lebay.com). Tapi kemudian saya berpikir bahwa mengalami kegagalan itu biasa, tapi meratapi kegagalan itu yang ga bener.
.
Akhirnya saya bangkit lagi karena masih ada satu kesempatan lagi untuk kuliah di luar negeri dengan beasiswa, yaitu di University of Technology Petronas (UTP), Malaysia. Masuk sini pun testnya tidak mudah, waktu tahun saya ada sekitar 1,200 applicants yang mendaftar. Persiapan yang lebih baik dilakukan untuk mengikuti test ini dan singkatnya Alhamdulillah saya diterima menjadi salah satu dari 7 orang yang mendapat beasiswa dari Petronas untuk kuliah disana. Meskipun UTP ini bukan pilihan pertama saya, tapi saya meyakini bahwa inilah tempat terbaik yang telah diberikan Tuhan untuk saya, dan tentu saja, saya menerimanya dengan ikhlas.
.
Poin yang ingin saya ceritakan di atas adalah, pada awalnya saya sangat kecewa dan sedih karena niat untuk kuliah di NTU kandas. Tapi pada akhirnya, sewaktu saya lulus dari UTP tahun lalu, saya sangat sangat sangat bersyukur dikasih kesempatan untuk kuliah disana dan banyak sekali manfaat yang saya dapatkan, dan saya berpikir, mungkin semua kesempatan dan kenikmatan yang saya dapatkan di UTP tidak akan saya peroleh kalau saja dulu saya kuliah di NTU. Saya betul-betul bersyukur dengan skenario yang telah ditentukan Allah SWT terhadap diri saya.
.
Ada cerita lain tentang seorang wanita yang akan pergi jalan-jalan ke Eropa. Pada hari H, dia bangun kesiangan dan saat sampai di airport, counter check in sudah ditutup dan pesawat sudah akan berangkat. Dia lalu mendatangi petugas imigrasi dan marah-marah, namun apa mau dikata, pesawat telah menjadi bubur, maksudnya sudah akan terbang mengudara. Wanita itu ya jelas marah karena dia merasa rugi sudah membayar tiket yang cukup mahal dan puluhan juta berarti hilang begitu saja. Dia pulang ke rumah dengan perasaan kesal setengah mati. Lalu, beberapa jam kemudian dia mendapati di berita bahwa pesawat yang seharusnya dia tumpangi tersebut jatuh di lautan! Seketika juga dia bersujud dan bersyukur karena telatnya dia bangun dari tidur dan tidak ikut dalam pesawat tersebut. Mungkin akan lain ceritanya kalo wanita ini tidak telat bangun dan akhirnya ikut ke dalam pesawat naas tersebut.
.
Selanjutnya, hal kedua tentang bersyukur saat menghadapi cobaan adalah karena dimana-mana yang namanya ujian itu kan adalah media untuk kenaikan tingkat. Di sekolah atau universitas, pasti tiap semester ada yang namanya ujian kenaikan kelas, ujian semester, try out, UAN, atau apapun lah namanya, yang pasti tujuannya sama: menjadi media  untuk naik kelas atau naik ke semester berikutnya. Kalau ga ada ujian ya jangan harap mau naik kelas! Nah sama, adanya cobaan dan ujian yang kita hadapi dalam hidup ini, itulah yang akan menaikkan tingkatan kita di dalam kehidupan. Jadi, sudah sepantasnya kita untuk selalu bersyukur baik di kala senang maupun susah.
.
Terkadang kita merasa bahwa kita-lah orang yang paling berat cobaannya di muka bumi ini. Tapi kita lupa, bahwa ternyata jauuuuhhh lebih banyak orang-orang yang memiliki kehidupan yang tidak seberuntung kita. Contoh mudahnya ya lihat sekeliling kita aja, masih sangat banyak sekali fakir miskin di negara kita ini, anak-anak jalanan yang tidak terurus, orang-orang tua yang tidak memiliki tempat tinggal, dan masih banyak contoh lainnya. Sebenarnya ya ga usah jauh-jauh, contoh paling mudahnya lihat diri kita saja yang alhamdulillah masih memiliki anggota badan lengkap tanpa cacat! full set body complete! :)
.
Dalam konteks ini Rasulullah bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang rendah nikmat Allah SWT yang dilimpahkan kepada kalian” (HR. Muslim dan Tirmidzi).
.
Jadi, saat kita masih mampu berjalan secara normal dengan dua kaki, bersyukurlah karena banyak orang yang berjalan harus memakai bantuan tongkat.
Saat kita berjalan harus menggunakan tongkat, bersyukurlah karena ternyata cukup banyak orang yang tidak memiliki kaki untuk membuatnya berjalan
Saat kita tidak memiliki kaki, bersyukurlah karena banyak orang lain yang tidak memiliki kaki, tangan, dan beberapa anggota badan lainnya secara utuh.
Saat kita tidak memiliki kaki, tangan dan beberapa anggota badan lainnya secara utuh, tetap bersyukurlah karena masih ada orang lain yang lumpuh.
Bahkan di saat kita lumpuh dan sudah tidak bisa bergerak sedikitpun, bersyukurlah karena kita masih diizinkan hidup oleh Tuhan..
.
Dan saya pun sangat mensyukuri kehidupan yang dijalani sekarang ini karena memiliki orang-orang terbaik dalam hidup ini (keluarga, para guru dan mentor, sahabat, teman-teman, dst). Saya bersyukur atas semua karunia dan kenikmatan yang telah Allah SWT berikan dan membuat saya seperti sekarang ini, dan di sisi lain juga bersyukur atas semua cobaan dan ujian yang diberikan-Nya, meskipun terkadang terasa berat untuk menjalaninya. Tapi bukankah Dia Yang Maha Berkuasa telah menyampaikan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah [2] : 286) bahwa Dia tidak akan memberikan cobaan dan ujian yang melebihi kemampuan kita? Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa.. So, nikmati saja segala warna warni perjalanan hidup kita ini dengan penuh syukur.. :)
.
Sekian tulisan singkat mengenai “Bersyukur part 1”. Nantikan part selanjutnya dalam beberapa hari (atau minggu) ini, Insya Allah..  :)
.
Selamat berakhir pekan semuanya!
.